AKTIVIS MAHASISWA IKUTI KURSUS KEPEMILUAN

Pembukaan: Ahmad fauzi Huda ketua KPU Ponorogo membuka sekaligus memberi sambutan acara kursus kepemiluan.

PONOROGO-www.kpu-ponorogokab.go.id-Pendidikan politik kini tengah gencar dilakukan oleh KPU Ponorogo tak terkecuali para aktivis mahasiswa se – Kabupaten Ponorogo. Seluruh kampus yang ada di Kabupaten Ponorogo tanpa kecuali mengirimkan tiga sampai empat perwakilannya.

”Mereka ini (aktivis red) adalah generasi bangsa garda terdepan dalam kehidupan bernegara”kata Ahmad Fauzi Huda ketua KPU Ponorogo saat memberikan sambutan pada acara Kursus Kepemiluan di Aula KPU Kabupaten Ponorogo Senin (29/10/2018).

Harapannya, setelah mendapat ilmu kepemiluan para aktivis ini menularkan kepada mahasiswa lainnya bahkan masyarakat.Lantaran , Fauzi yakin peserta ini adalah agen perubahan baik dikampus maupun masyarakat.”sejarah telah membuktikan yakni pada tahun 1998. Dimana era tersebut, mahasiswa menghendaki perubahan. ”tegasnya.

Jelaskan: Sekretaris KPU Ponorogo Muh Kujaeni berikan materi tentang arti demokrasi.

Sekretaris KPU Kabupaten Ponorogo Muh Kujaeni pun menambahkan, para mahasiswa menghendaki perubahan demokrasi yakni secara langsung. Yakni, dengan menuntut penguasa pada saat itu untuk mengundurkan diri.”Pada saat itu, Mahasiswa menuntut demokrasi dengan perubahan era yakni orde baru menjadi reformasi”paparnya.

Tak terkecuali, bidang perpolitikan yakni mengiginkan dipercepatnya pemilihan umum yakni seharusnya tahun 2002 menjadi 1999.”Dengan adanya percepatan pemilihan umum, maka dibentuk panitianya. Maka dibentuklah Komisi Pemilihan Umum,”ujarnya.

Dari pusat hingga ditingkat terendah KPU RI, Provinsi, Kabupaten, PPK ( Panitia Pemilihan Kecamatan). PPS (Panitai Pemunggutan Suara), dan KPPS ( Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara).Penyelenggara pemilihan bersifat tetap untuk KPU RI hingga Kabupaten sedangkan PPK hingga KPPS bersifat Adhoc.”KPU mempunyai tugas yakni penyelenggaraan pemilihan umum, gubernur dan bupati maupun walikota” katanya.

Pengawasan partisipasi: Komisioner bawaslu Kabupaten Ponorogo Marji Nurcahyo berikan materi tentang Pengawasan Kepemiluan.

Sesi ketiga, giliran Marji Nurcahyono komisioner Bawaslu Kabupaten Ponorogo meberikan materi tentang pengawasan partisipasi.”saya berharap kepada peserta untuk melakukan pengawasan terhadap pelanggaran – pelanggaran pemilihan umum”tuturnya.

Jika ada pelanggran, segera melaporkan kepada bawaslu kabupaten ponorogo atau Panitia pengawasan kecamatan ( Panwascam).”menurut ketentuan, siapa saja dapat melaporkan pelanggaran pemilihan umum asalkan mempunyai hak pilih”tandasnya.

Sesi berikutnya materi public speaking yang disampaikan oleh Nita divisi Sosialisasi, SDM dan Parmas. Di akhir acara, peseta direview tentang kursus kepemiluan yang dapat menjawab akan mendapatkan souvenir. Selain itu, peserta juga dapat memberikan masukan tentang penyelenggaran pemilihan umum tahun 2019. Sehingga, penyelenggaraan kepemiluan kedepan menjadi lebih sempurna.

#Divisi SDM dan Parmas KPU kabupaten Ponorogo#

 

Mungkin Anda juga menyukai